Ibu-Ibu se-Jabodetabek Padati Istora Senayan Untuk Bersholawat dan Doakan Jokowi-Ma'ruf


Ibu-ibu yang datang dari daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi), sedari pagi memadati Tennis Indoor Istora Senayan Jakarta. Mereka datang untuk menghadiri acara Majelis Taklim Bersholawat, yang menbuat mereka bersemangat adalah kedatangan calon wakil presiden nomor urut 01 yakni KH Ma'ruf Amin.
Tiba di lokasi acara pada pukul 14:00 WIB, Ma'ruf Amin langsung disambut ratusan ibu-ibu dengan bersholawat. Hadir pula Direktur Penggalangan Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Ida Fauziah, Ketua Umum PKB Muhaimmin Iskandar, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Dewan Pengarah TKN Diaz Hendropriyono, dan juga pelantun shalawat Haddad Alwi.
Direktur Penggalangan Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Ida Fauziah mengatakan, para ibu-ibu yang hadir secara khusus datang dan berkumpul tak semata-mata untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Lebih dari itu, mereka bersalawat, berzikir, mendoakan bangsa Indonesia, mendoakan agar pemilu sukses, mendoakan agar pemilu sukses.
"Jadi alhamdulillah Majelis Taklim bulat tekad, halaqah majelis taklim punya tagline mendamaikan, mencerdaskan, dan mensejahterakan. Tiga hal itu yang kita dorong agar pemilunya damai dan melahirkan pemimpin yang bisa membawa indonesia lebih maju lagi," kata Ida di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/4).
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin pun menyapa para ibu-ibu yang sudah lama menanti kehadirannya. Dalam orasi politiknya, dia sempat mengaku pernah menjadi guru majelis taklim dalam menyiarkan agama Islam di Indonesia. Karenanya, saat ini dia maju sebagai cawapres kali pun juga mewakili majelis taklim.
"Saya ini dulu guru majelis taklim yang mengajar dari majelis ke majelis. Jadi kalau saya sekarang menjadi cawapres, berarti yang menjadi cawapres sekarang adalah ustaznya majelis taklim-majelis taklim," ungkap Ma'ruf Amin.
Mustasyar PBNU ini kemudian berharap agar kedepannya ada lagi anggota majelis taklim yang tidak hanya bisa menjadi Calon Wakil Presiden, tapi juga menjadi Presiden Indonesia. Ma'ruf Amin mengungkapan alasannya bersedia menerima 'pinangan' Jokowi untuk maju sebagai cawapres. Dirinya mau maju bersama Jokowi untuk menghormati keinginan para ulama dan untuk membangun Indonesia lebih sejahtera.
"Saya merasa ini penghormatan kepada ulama," katanya.
Ma'ruf Amin optimis bisa meraih 60 persen suara di DKI Jakarta. Sepanjang acara itu diramaikan oleh lagu-lagu sholawat yang dipimpin oleh Habib Haddad Alwi. Bersama-sama mereka memuja junjungan mereka Nabi Besar Muhammad SAW dan juga secara khusus mendoakan kemenangan bagi Jokowi dan Ma'ruf Amin agar bisa memimpin Indonesia di periode 2019-2024.

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.