April 2019


Survei terbaru Charta Politika pada 5-10 April 2019 menunjukkan PDI-Perjuangan masih memiliki elektabilitas tertinggi dengan dipilih oleh 24,1 persen. Sementara Partai Gerindra yang menyusul di bawahnya hanya dipilih oleh 14,9 persen.

"Kalau tidak terjadi peristiwa besar sampai 17 April nanti, PDI-P akan keluar sebagai pemenang pemilu dan Partai Gerindra menjadi runner-up," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, saat merilis hasil survei di kantornya, di Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Tingginya elektabilitas PDI-P dan Gerindra karena mendapat efek ekor jas atau coattail effect dari kedua calon presiden yang mereka usung. Di posisi ketiga, Partai Golkar meraih 11,4 persen suara, sementara di posisi keempat PKB dengan 8,4 persen.

Di papan tengah, ada tiga partai yang bersaing ketat, yakni Nasdem (8,6 persen), Demokrat (6,6 persen), serta PKS (6,4 persen). Sementara di papan bawah ada PAN (3,8 persen), PPP (3,1 persen), Perindo (2,2 persen), dan PSI (2 persen). Meski elektabilitasnya tak mencapai empat persen, Yunarto menilai partai-partai ini masih mempunyai peluang lolos ke parlemen.

"Partai-partai ini masih mempunyai peluang lolos dengan mempertimbangkan margin of error 2,19 persen serta undecided voters 8,5 persen," kata Yunarto.

Sementara ada lima partai di bawahnya yang diprediksi tak lolos ke parlemen. Kelima parpol tersebut ialah Hanura (1,2 persen), PBB (0,3 persen), Garuda (0,3 persen), PKPI (0,1 persen), serta Berkarya (0,1 persen).



Kampanye terbuka dengan tema "Satukan Kembali Semangat Kebersamaan dan Gotong Royong Sebagai Jati Diri partai Dalam Menyongsong Kemenangan Pilpres dan Pemilu 2019" di Kota Tanjungpinang di Lapangan Pamedan, Kamis (11/4). DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang mengatakan gotong royong adalah kekuatan PDI Perjuangan.
"Jati diri partai adalah gotong royong. Hari ini kita menunjukan bahwa PDI Perjuangan tidak dapat ditenggelamkan," ujar Ketua Panitia Penyelenggara Kampanye, Asep Nana Suryana.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang, Sukandar mengatakan, dengan semangat gotong royong para kader dan relawan, maka pihaknya optimistis akan memenangkan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin serta PDI Perjuangan.
Walaupun hujan, tetap semangat, kita buktikan hari ini PDI Perjuangan tetap semangat. Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kepulauan Riau (Kepri), Lis Darmansyah. Mari bekerja untuk memenangkan jokowi. Karena sudah terbukti kinerjanya selamaa empat setengah tahun menjabat Presiden Indonesia.
Mantan Wali Kota Tanjungpinang ini pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi masyarakat yang cerdas. Cerdas memilah berita yang banyak beredar dan belum jelas kebenarannya. "Ayo kita rapatkan barisan, kita lawan hoaks dan fitnah. Jangan lupa pilih jokowi," katanya.



Saat kampanye di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Capres petahana Jokowi menargetkan suara 55 persen di DKI Jakarta. Angka itu hanya selisih 2 persen ketika menang di Jakarta pada Pilpres 2014.
"Pilpres 2014 di DKI Jakarta kita mendapatkan 53 persen menang. 2014 mendapatkan 53 persen, tetapi kita ingin di 2019 ini minimal DKI Jakarta, minimal 55 persen," ujar Jokowi Rabu (10/4).
Jokowi mengingatkan untuk hati-hati dan jangan terpaku di angka 55 persen. Tetapi, Jokowi menyemangati supaya bisa mendapatkan di atas angka itu. Ia juga kembali mengingatkan pendukungnya agar ikut serta menangkal hoaks dan fitnah yang menyerang. Dia minta untuk meluruskan orang-orang yang pikirannya 'miring' karena terpengaruh berita tak bena tersebut.
"Hati-hati, kalau ada tetangga dan teman kita terkena hasutan seperti itu dan pikirannya mulai miring-miring berubah tolong diluruskan," ujar Jokowi.
Dia menyebut itu menjadi tugas para pendukung dan simpatisan sampai tanggal 17 April atau hari pencoblosan. Menurut Jokowi hoaks bisa menggoyahkan pilihan. Jokowi juga mengajak pendukungnya untuk mengisi Pemilu dengan kegembiraan. Dia minta jangan diisi ancaman, intimidasi, dan ketakutan.
"Harus kita isi dengan kegembiraan karena namanya pesta demokrasi memilih seorang pemimpin," kata dia.

Pengamat politik dari The Habibie Institute, Bawono Kumoro mengatakan Jokowi-Ma'ruf dinilai lebih banyak gagasan, jadi wajar bila pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin lebih diunggulkan dibandingkan Prabowo-Sandi pada Pemilu 2019 ini.
"Sangat wajar apabila hasil survei menunjukkan Jokowi selaku petahana masih unggul cukup jauh dari Prabowo Subianto," kata Bawono, di Jakarta, Selasa (9/4).
Joko Widodo-Ma’ruf Amin lebih banyak berbicara gagasan, kondisi itulah yang mendasari banyaknya lembaga survei dan sejumlah media asing yang mengunggulkan pasangan nomor urut 01 tersebut. Tidak jauh berbeda, dalam laporan The Economist Intelligence Unit, juga memprediksi Jokowi bakal menang di Pilpres 2019. Setidaknya ada tiga faktor The Economist yang meyakini Jokowi bakal menang.
Pertama, Jokowi didukung oleh banyak partai politik dan legislator yang ada di baliknya. Kedua, yang mendukung kemenangan Jokowi adalah bukti keberhasilannya dalam menjaga kondisi ekonomi makro serta peningkatan pada bidang kesehatan dan edukasi. Kemudian, Jokowi juga dinilai berhasil mengubah secara gradual kondisi infrastruktur nasional.
Menurut Bawono, Jokowi selama lima tahun terakhir juga sudah melakukan banyak gebrakan luar biasa yang manfaatnya bisa dirasakan tak hanya masyarakat di Pulau Jawa tapi juga daerah-daerah lainnya di Indonesia.
"Pembangunan infrastruktur yang dilakukan masif dan pesat dapat dirasakan oleh publik secara luas, bahkan oleh warga yang tinggal di luar Pulau Jawa," ujarnya.
Peneliti The Habibie Institute ini, wajar jika dukungan kepada Jokowi terus mengalir mulai dari kalangan profesional, alumnus kampus-kampus ternama, ormas, hingga komunitas warga negara Indonesia di luar negeri. Dalam hal basis dukungan, Jokowi-Ma'ruf juga didukung kelompok-kelompok yang lebih plural atau majemuk. Berbeda dengan kubu penantang yang semakin terkesan eksklusif.
"Pasangan Prabowo-Sandi seperti hendak menegaskan diri sebagai pemimpin bagi satu kelompok saja," tegasnya.
Padahal, kesan eksklusivitas dukungan yang sangat terlihat di kubu 02 bisa menjadi bumerang di tengah tuduhan politik identitas yang sering disematkan kepada Prabowo-Sandi. Ditanya bagaimana dengan survei Puskaptis yang justru memenangkan pasangan Prabowo-Sandi 47 persen dan Jokowi-Ma’ruf 45 persen.
Bawono mengatakan masyarakat sendiri yang akan menilai dengan melihat kredibilitas rekam jejak dari lembaga jajak pendapat tersebut. Kredibilitas lembaga survei ini sudah diketahui publik, bahwa tahun 2014 lalu pernah terbukti melakukan 'quick count" dengan hasil berkebalikan dari hasil 'real count' KPU.
"Jadi, penting juga mengetahui kredibilitas lembaga survei, karena survei adalah persoalan ilmiah dan akademis, sehingga kredibilitas sumber harus tidak boleh ada keraguan," katanya.


Ibu-ibu yang datang dari daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi), sedari pagi memadati Tennis Indoor Istora Senayan Jakarta. Mereka datang untuk menghadiri acara Majelis Taklim Bersholawat, yang menbuat mereka bersemangat adalah kedatangan calon wakil presiden nomor urut 01 yakni KH Ma'ruf Amin.
Tiba di lokasi acara pada pukul 14:00 WIB, Ma'ruf Amin langsung disambut ratusan ibu-ibu dengan bersholawat. Hadir pula Direktur Penggalangan Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Ida Fauziah, Ketua Umum PKB Muhaimmin Iskandar, Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, Dewan Pengarah TKN Diaz Hendropriyono, dan juga pelantun shalawat Haddad Alwi.
Direktur Penggalangan Perempuan Tim Kampanye Nasional (TKN) Ida Fauziah mengatakan, para ibu-ibu yang hadir secara khusus datang dan berkumpul tak semata-mata untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Lebih dari itu, mereka bersalawat, berzikir, mendoakan bangsa Indonesia, mendoakan agar pemilu sukses, mendoakan agar pemilu sukses.
"Jadi alhamdulillah Majelis Taklim bulat tekad, halaqah majelis taklim punya tagline mendamaikan, mencerdaskan, dan mensejahterakan. Tiga hal itu yang kita dorong agar pemilunya damai dan melahirkan pemimpin yang bisa membawa indonesia lebih maju lagi," kata Ida di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/4).
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf Amin pun menyapa para ibu-ibu yang sudah lama menanti kehadirannya. Dalam orasi politiknya, dia sempat mengaku pernah menjadi guru majelis taklim dalam menyiarkan agama Islam di Indonesia. Karenanya, saat ini dia maju sebagai cawapres kali pun juga mewakili majelis taklim.
"Saya ini dulu guru majelis taklim yang mengajar dari majelis ke majelis. Jadi kalau saya sekarang menjadi cawapres, berarti yang menjadi cawapres sekarang adalah ustaznya majelis taklim-majelis taklim," ungkap Ma'ruf Amin.
Mustasyar PBNU ini kemudian berharap agar kedepannya ada lagi anggota majelis taklim yang tidak hanya bisa menjadi Calon Wakil Presiden, tapi juga menjadi Presiden Indonesia. Ma'ruf Amin mengungkapan alasannya bersedia menerima 'pinangan' Jokowi untuk maju sebagai cawapres. Dirinya mau maju bersama Jokowi untuk menghormati keinginan para ulama dan untuk membangun Indonesia lebih sejahtera.
"Saya merasa ini penghormatan kepada ulama," katanya.
Ma'ruf Amin optimis bisa meraih 60 persen suara di DKI Jakarta. Sepanjang acara itu diramaikan oleh lagu-lagu sholawat yang dipimpin oleh Habib Haddad Alwi. Bersama-sama mereka memuja junjungan mereka Nabi Besar Muhammad SAW dan juga secara khusus mendoakan kemenangan bagi Jokowi dan Ma'ruf Amin agar bisa memimpin Indonesia di periode 2019-2024.



Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo berjanji akan memberi perhatian khusus ke wilayah timur Indonesia. Jokowi menyampaikan hal itu dalam kampanye terbuka di Lapangan Sitarda Lasiana, Senin (8/4).
Moeldoko yang juga Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin menganggap wilayah timur Indonesia memiliki posisi yang khusus dalam program-program Jokowi.
"Kampanye di Kupang sangat penting karena Pak Jokowi ingin menyapa masyarakat Indonesia Timur," kata Moeldoko
Jokowi sangat berkomitmen untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan di wilayah timur Indonesia. Selama masa kampanye, Jokowi telah menyapa sejumlah kawasan Indonesia timur antara lain Makassar, Gorontalo, Sentani, Papua juga Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dalam 4,5 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, pemerintah gencar membangun infrastruktur di Indonesia timur seperti waduk, jalan hingga listrik. Khusus wilayah NTT, pemerintah sudah membangun 7 waduk karena masalah terbesar di kawasan adalah pasokan air.
Sementara itu, menurut Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Wakil Ketua TKD NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, 30 ribu warga dari daratan Pulau Timor berencana menghadiri acara di Lapangan Sitarda. Para pendukung dan relawan yang hadir berasal baik dari luar Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan.


Presiden Joko Widodo menginginkan tenaga konstruksi yang bersertifikat dapat diperbanyak, karena sertifikat kompetensi pekerja konstruksi selaras dengan UU No 2/1967 tentang Jasa Konstruksi.
"Presiden Jokowi meminta untuk diperbanyak jumlah tenaga konstruksi yang bersertifikat, tetapi bukan dipercepat karena belajar tidak bisa dipercepat," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Jumat (5/4).
Dulu setiap tahun hanya sekitar 200 ribu tenaga kerja yang disertifikasi, sedangkan pada 2019 ditargetkan minimal sebanyak 512.000 tenaga kerja konstruksi yang disertifikasi. Selain bertujuan untuk mengukur kompetensi para tenaga kerja konstruksi, sertifikasi juga akan memudahkan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
Bila ada pekerja konstruksi bersertifikat yang masih kesulitan atau dipersulit dalam mencari kerja, diminta untuk melapor ke LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), yang kemudian akan melaporkan ke Kementerian PUPR. Untuk mempermudah identifikasi tenaga kerja konstruksi yang telah bersertifikat, Kementerian PUPR bersama dengan LPJK juga mengembangkan aplikasi uji sertifikasi digital.
Melalui aplikasi tersebut setiap tenaga kerja yang sudah bersertifikat dapat terlihat datanya hanya dengan menggunakan sistem barcode. Kementerian PUPR telah melakukan sertifikasi hingga sebanyak 140.000 sertifikasi tenaga kerja konstruksi dalam rangka membantu fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM untuk membangun infrastruktur di Tanah Air.
"Selama periode Oktober 2018 sampai Maret 2019, Kementerian PUPR sudah melakukan sertifikasi terhadap 140.000 tenaga kerja konstruksi baik tenaga ahli maupun terampil," kata Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin.
Program sertifikasi kompetensi tenaga konstruksi secara bertahap terus dilakukan untuk memenuhi target yang dicanangkan sebanyak 512.000 tenaga kerja bersertifikat pada tahun 2019. Kementerian PUPR selaku pembina jasa konstruksi Indonesia terus berupaya memenuhi target peningkatan jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat hingga 10 kali lipat, sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat memberikan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi yang digelar di JIExpo Kemayoran, Oktober 2018.



Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyampaikan rencana pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta yang sudah memasuki tahapan penetapan lokasi.
"Pembangunan tol Bawen-Yogyakarta tinggal penetapan lokasi, lagi kita usulkan ke gubernur untuk penetapan lokasinya," kata Menteri PUPR saat berada di Magelang, Kamis (4/4/2019).
Dia mengatakan hal tersebut usai menyampaikan orasi ilmiah "Pembangunan infrastruktur dalam meningkatkan daya saing di bidang investasi" pada upacara Dies Natalis ke-5 Universitas Tidar (Untidar) Magelang.
"Kalau sudah ada penetapan lokasi maka baru masuk tim appraisal untuk membebaskan lahan yang akan digunakan pembangunan jalan tol", ucap Menteri Basuki seraya menambahkan mudah-mudahan tahun ini sudah ada tender untuk tol Bawen-Yogyakarta.
Adapun rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo, Sri Sultan Hamengku Buwono X sudah menyetujuinya. "Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dimulai," katanya.
Ia menyebutkan yang sudah memasuki tahapan tender saat ini adalah untuk tol Semarang-Demak.
Menyinggung akses pariwisata dari New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo ke Borobudur, dia menuturkan ruas jalan di jalur tersebut akan dilebarkan, tidak ada tol di jalur tersebut.
"Akses jalan Bandara Kulonprogo ke Borobudur bukan jalan tol, tetapi jalan kabupaten sekitar 30 kilometer kita lebarkan dari lima meter menjadi tujuh meter," katanya.


Khusus di wilayah Jabar 8 yang melingkupi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon adalah beberapa daerah di Jawa Barat yang menjadi lumbung suara untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono mengatakan, kekuatan partai pendukung paslon 01 kini semakin besar. Misalnya, pada Pilpres 2014 lalu, Partai Golkar mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan perolehan suara 73 persen. Namun, partai pemenang 19 kursi DPRD
"Kalau dilihat dari basis dukungan jumlah perolehan suara Golkar yang ada di DPRD Indramayu misalnya, Pak Jokowi sudah punya modal 73 persen," ujar Ono di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (3/4).
Anggota tim kampanye daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Jawa Barat ini menyebut jika soliditas antar partai politik pendukung bisa tetap terjaga, dia optimis 70 persen suara di Indramayu sudah pasti dikantongi oleh paslon 01. Ono justru menargetkan bisa meraih suara lebih tinggi lagi hingga 80 persen.
Optimisme ini bukannya tak berdasar, sebab 73 persen hanya dari Partai Golkar saja. Sementara perolehan dari partai PDI Perjuangan, belum masuk hitungan, di Kabupaten Cirebon pun sama, kita selalu menang. Siapapun calon dari PDI Perjuangan selalu menang.
"2014 kita menang Indramayu, 60 persen lebih dan kondisi sekarang harusnya lebih dari 60 persen," tandas Ono.


Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih mewakili aspirasi umat Islam dibandingkan dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hal itu sesuai dengan hasil survei Indo Barometer pada 15-21 Maret di 34 provinsi.
"Dari total pemilih Islam sebesar 87,9 persen, 47,9 persen menyebutkan Jokowi-Ma'ruf mewakili aspirasi umat Islam sedangkan 28,2 persen mengaku menjawab Prabowo-Sandi mewakili aspirasi umat Islam," ujar peneliti Indo Barometer Hadi Suprapto Rusli di lokasi pemaparan hasil survei, Hotel Century, Jakarta, Selasa (2/4/2019).
Bila dibedah ke masing-masing personal, dari total pemilih muslim, sebanyak 45,5 persen umat Islam menyatakan Jokowi mewakili aspirasi umat Islam. Sedangkan 30 persen menyatakan Prabowo mewakili aspirasi umat Islam. Sementara itu 24,5 persen tak menjawab.
Dari total pemilih muslim, 55,4 persen menyatakan Ma'ruf mewakili aspirasi umat Islam. Sedangkan 24,8 persen menyatakan Sandiaga mewakili aspirasi umat Islam. Sementara itu 28,5 persen tidak menjawab. Selain itu, ada tiga partai yang dinilai paling mewakili aspirasi umat Islam yakni PKB, PKS, dan PPP.
"Tiga partai teratas yang dianggap mewakili umat Islam, yaitu PKB (24,6 persen), PKS (18,1 persen), dan PPP (17,3 persen) dalam hal mewakili aspirasi umat Islam," lanjut Hadi.



Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Tohir mengklaim suara Calon Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Sumatra khususnya Sumatra Selatan sudah mulai bergerak naik. Suara Jokowi-Amin di Sumatra diyakini dapat menambah perolehan suara secara keseluruhan sehingga dapat memenangkan Jokowi-Amin di Pilpres 2019 mendatang.

Erick Tohir menjelaskan, dukungan suara di Sumatra memang jauh dibanding Jawa dan Indonesia Timur. Namun ada pergerakan yang signifikan dari wilayah Sumatera untuk Pasangan Jokowi-Amin. Erick mengatakan, jika perolehan suara di Sumsel fifty-fifty menurutnya sudah bagus. “Di Lampung, Riau, Sumsel sudah ada pergerakan yang signifikan. Kalau fifty-fifty sudah bagus (di Sumsel), tapi secara kumulatif Pak Jokowi di atas 50%,” kata Erick di Palembang, Selasa (2/4). TKN terus berupaya melakukan peningkatan elektabilitas Jokowi dengan memanfaatkan waktu kampanye terbuka yang ada semaksimal mungkin. Ia optimistis kemenangan Jokowi-Amin ini juga dilatarbelakangi adanya animo masyarakat di daerah sangat tinggi saat Jokowi hadir dan melakukan kampanye. “Capres 01 kaget dengan luapan masyarakat, misalnya saat di Sorong hampir 90% sorong itu turun ke lapangan. Partisipasi masyarakat luar biasa, ini bukan gerakan (arahan), ini hal realitas, nyata,” tegas dia.

Menjelang hari pencoblosan mereka juga terkejut banyaknya pergerakan yang mendukung pasangan calon presiden nomor 01. Seperti dukungan dari pergerakan para alumni, bahkan dukungan dari komunitas olahraga. Sangat di luar dugaan, banyak dukungan yang sudah mendeklarasikan diri mendukung capres 01.

Dirinya tidak mau berbicara angka, karena angka itu dibuat-buat, dan akan kita lihat nanti nyatanya. Dengan sudah banyaknya dukungan dari masyarakat, Erick pun mengaku mereka akan tetap fokus menyampaikan hal yang positif kepada masyarakat tanpa menyebarkan berita bohong yang saat ini banyak beredar. “Kita tetap konsisten menyampaikan fakta dan meluruskan yang fitnah atau kata yang salah, kita harus dewasa berdemokrasi,” tandasnya.

#PDIPerjuangan


Disela acara rapat internal kampanye pendukung pasangan calon 01,Jokowi-Ma'ruf, di Boyolali, Jawa Tengah, Tokoh masyarakat dari PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali Seno Kusumoarjo mengatakan, Jokowi sejak muncul turun ke pemerintahan belum pernah kalah, dan berawal dari Wali Kota Surakarta, kemudian Gubernur DKI, dan terakhir 2014 menjadi Presiden hingga sekarang.
Hal tersebut yang membedakan Jokowi dengan calon lainnya secara politik dan demokrasi. Pak Jokowi sejak muncul pertama dalam pemerintahan hingga menjadi Presiden tidak pernah kalah. Bahkan, Jokowi selalu dimenangkan dengan jumlah suara yang cukup banyak dengan lawan poltiknya. Kendati demikian, Seno berharap sebagai warga Boyolali berperan aktif untuk menjaga kerukunan yang sudah berjalan dalam pesta demokrasi Pemilu 2019.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, berbeda pilihan itu biasa. Dalam berdemokrasi harus tetap menjaga kerukunan di dalam masyarakat. Kerukunan di dalam negara demokrasi memang harus ada," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat jangan golput, dan mendatangan TPS untuk memberikan hak suaranya dalam Pemilu mendatang. Kualitas demokrasi dalam kaitannya dengan Pemilu baik Boyolali hingga tingkat nasional harus meningkat.
"Salah satu parameter peningkatan demokrasi itu, adalah ketika ada Pemilu tingkat kehadirannya memberikan hak suara dari tahun ke tahun naik," ujarnya.
Pemilu yang berkualitas adalah tingkat peserta yang hadir makin banyak, dan skala keabsahan suara juga makin meningkat. Rakyat juga mendapatkan kebebasan memiliki tanpa ada tekanan oleh apapun. Namun, harus diingat jika sudah diselenggarakan pesta demokrasi dan apapun hasilnya semua masyarakat harus menerima dan menghormati, serta kembali menjadi satu bangsa satu NKRI.
Jika rakyat sudah menentukan pilihannya. Hal ini, harus diterima dan dihormati. Namun, Pemilu yang terpenting rukun tetap dijaga. Indonesia sejak zaman dahulu hingga sekarang budaya kerukunan dan saling gotong-royong tetap terjaga. Pemilu Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon yakni pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.