Jangan Percaya Hoaks Pemerintah Larang Azan



Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat banyak kabar bohong alias hoaks dan fitnah tumbuh subur menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Beliau meminta masyarakat tak begitu saja percaya dengan hoaks dan fitnah yang disebarkan pihak-pihak tak bertanggung jawab.
Karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dan pemerintah tidak mungkin melarang dikumandangkannya azan, pendidikan agama dihapus, apalagi melegalkan perkawinan sejenis.
Jokowi menyampaikan hal itu saat menyerahkan 2.500 sertifikat tanah gratis ke warga Bangka Belitung, di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Kamis (14/3).
Jokowi mencontohkan sejumlah hoaks dan fitnah baru yang muncul jelang pemungutan suara, di antaranya soal pelarangan azan, penghapusan pelajaran pendidikan agama, hingga melegalkan pernikahan sejenis.
Menurut Jokowi, hal tersebut tak mungkin dilakukan oleh pemerintah mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk islam terbesar di dunia. Selain itu Indonesia juga memiliki norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat.
"Mau siapa pun presidennya enggak mungkin berani melakukan itu (melarang azan, menghapus pendidikan agama, dan melegalkan pernikahan sejenis)," kata Jokowi.
Calon presiden petahana itu mengajak seluruh masyarakat tak termakan dengan isu-isu yang tak masuk akal itu. Jokowi juga meminta isu tersebut mempengaruhi masyarakat untuk menggunakan suaranya dalam pesta demokrasi lima tahunan.
"Jangan sampai karena kabar fitnah, karena kabar hoaks, karena kabar-kabar bohong kita jadi tterpengaruh dan meresahkan kita semuanya," ujarnya.
Masyarakat harus memakai pikiran dan hati nurani bila ingin memilih calon pemimpin, baik itu pada pemilihan bupati, wali kota, gubernur, maupun presiden. Jokowi turut mengingatkan masyarakat agar tak terpecah belah karena perbedaan pilihan.
"Jangan sampai karena pilihan bupati, karena pilihan wali kota, karena pilihan gubernur, karena pilihan presiden itu tidak merasa sebagai saudara sebangsa setanah air lagi," kata Jokowi.

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.