Dawuh Kyai Ma'ruf : Pilih Pemimpin yang Memahami Agama


Kepemimpinan adalah salah satu aspek yang dianggap sangat penting dalam Islam. Islam sendiri sudah memberikan petunjuk yg jelas mengenai bagaimana mencari dan memilih pemimpin, baik melalui ayat2 di Al Qur’an maupun hadits2 dari Rasululloh SAW.
Untuk itu, di depan para ulama dan masyarakat di Serang Banten, Cawapres 01 Ma'ruf Amin mengingatkan untuk memilih pemimpin yang memahami agama dengan baik dan mampu memimpin agama.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada acara Silaturahmi antara Ulama dan Masyarakat Tanara dengan KH Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Serang, Banten, Selasa (19/2).
Mustaysar Pengurus Besar NU (PBNU) itu pun turut mengingatkan agar ulama harus terus menjaga sikap sopan dan santun. Ulama, kata dia, memiliki peran membawa perubahan pada masyarakat serta mengajak masyarakat ke jalan kebaikan.
"Kalau ulama berbicara dengan lemah lembut, bukan berarti ulama itu lemah, tapi ulama itu menjalankan perintah Allah yakni bersikap santun," ucap Kiai Ma'ruf seraya mengutip ayat Al Quran yang isinya berupa perintah Allah untuk selalu bersikap santun.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ma'ruf juga menjelaskan, pertimbangannya memutuskan untuk menjadi cawapres.
"Saya sebelumnya, menduduki jabatan sebagai Rais Am PBNU serta Ketua Umum MUI. Saya sudah nyaman dengan jabatan itu," katanya.
Menurut Kiai Ma'ruf, selama ini capres meminta dukungan ulama pada pemilu presiden, tapi setelah terpilih kemudian ditinggalkan. Capres Jokowi, kata dia, tidak hanya meminta dukungan ulama, tapi menggandeng ulama untuk mendampinginya sebagai cawapres.
"Ini menunjukkan bahwa Pak Jokowi mencintai ulama," katanya.
Kebetulan, kata Kiai Ma'ruf, ulama yang dipilih ya adalah dirinya yakni Rais Am PBNU dan Ketua Umum MUI. "Saya juga putra Banten, yang dilahirkan di Tangerang Banten," katanya.
Kiai Ma'ruf menambahkan, dari beberapa Presiden RI, Presiden Jokowi yang menetapkan Hari Santri, sebagai hari besar nasional, untuk mengingatkan jasa para santri dalam berjuang dan menjaga kemerdekaan RI pada Oktober 1945. "Ini menunjukkan bahwa Pak Jokowi mencintai santri," katanya.

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.