3 'Kartu Sakti' Jokowi Tidak Akan Bebani APBN


Menurut Hendrawan, progam kartu-kartu tersebut sudah dibahas DPR. Anggota Komisi XI ini menjelaskan, segala bentuk program jaminan kesejahteraan masyarakat juga sudah direncanakan masuk ke APBN. "Program jaminan kesejahteraan masyarakat atau jaring pengaman sosial (social safety net) sudah direncanakan dalam APBN. Jadi sudah dibicarakan di DPR," ungkapnya.

Dihadapan 30 ribu pendukungnya, Jokowi saat memberikan pidato politik bertajuk 'Konvensi Rakyat' di International Convention Center (SICC), memperkenalkan tiga kartu sakti baru yaitu Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Pra Kerja.

Kartu Sembako Murah
Kartu Sembako Murah merupakan pelengkap dari dua kartu saktinya terdahulu yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Seperti diketahui, KIP merupakan program Jokowi untuk menjamin pendidikan anak Indonesia yang terhalang masalah ekonomi. Sedangkan KIS memberikan kemudahan masyarakat untuk berobat tapa harus takut terkena biaya mahal. Dia mengatakan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka dia menambahkan Kartu Sembako Murah ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Kartu Indonesia Pintar Kuliah
Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) merupakan program baru kedua yang ditawarkan oleh Jokowi jika nanti kembali terpilih sebagai Presiden RI. Mantan Walikota Solo ini mengatakan, KIP saja dirasa kurang cukup untuk membantu anak Indonesia untuk meraih pendidikan yang layak. Meskipun sudah ada 18,7 siswa yang saat ini sudah merasakan langsung manfaat KIP. Namun sayanganya, KIP hanya bisa dirasakan manfaatnya hanya sampai jenjang sekolah menengah atas (SMA). Karenanya Jokowi membuat KIP-Kuliah agar generasi muda Indonesia bisa melanjutkan pendidikan mereka hingga tingkat perguruan tinggi.

Kartu Pra Kerja 
Pembangunan infratruktur yang saat ini sedang gencar dilakukan, secara tidak langsung juga telah membuka banyak peluang kerja. Beliau menekankan pentingnya meningkatkan kualitas ketrampilan kerja bagi masyarakat. Karenanya, Jokowi telah meluncurkan berbagai program vokasi seperti mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas di pesantren-pesantren

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.