TOD Pengembangan Kawasan Dengan Mengintegrasikan Moda Transportasi



Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan sangat mendukung konsep "Transit Oriented Development" (TOD), guna penanganan kemacetan Jabodetabek melalui sejumlah kebijakan, mulai dari sistem transportasi terpadu, pembangunan Rusunami dengan konsep TOD, pembangunan jalan tol dan nontol.
Menurutnya pengembangan kawasan dengan mengintegrasikan moda transportasi, termasuk upaya menangani kemacetan. Konsep hunian TOD ke depannya diharapkan mampu meningkatkan pasokan rumah khususnya di perkotaan dengan harga yang relatif terjangkau dan dekat dengan moda transportasi publik.
Menteri PUPR menjelaskan, di samping untuk tujuan mengurai kemacetan serta mengurangi kekumuhan, pembangunan hunian TOD juga bisa dilakukan tidak hanya di stasiun, namun pembangunan pemukiman konsep TOD juga dapat dilakukan di kawasan lainnya yang terintegrasi dengan moda transportasi.
Kementerian PUPR bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai pembangunan proyek Rusunami TOD sejak April 2017 di Tanjung Barat dan Depok yang diperuntukan bagi MBR dan Non MBR. Proyek TOD lainnya juga telah diluncurkan yaitu di TOD Juanda, Tanah Abang, Rawa Buntu, Jurang Mangu dan Cisauk.
Perumnas saat ini kesulitan untuk mencari tanah di kawasan perkotaan, sehingga solusinya yang paling memungkinkan yakni bekerja sama dengan BUMN. "Terutama misinya bagaimana menyediakan perumahan bagi masyarakat kecil," kata Bambang Direktur Utama Perum Perumnas.
Labels: , , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.