Hasil Survei Ini Jadi Pijakan Partai Hadapi Pemilu 2019



Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI Denny JA) menjadi perhatian bagi partai tersebut untuk menghadapi Pemilu 2019.
"Hasil survei ini kami jadikan sebagai sebuah pijakan bahwa Pilpres dan Pileg 2019 adalah kontestasi gagasan, adu program, rekam jejak, dan ini merupakan investasi politik yang kami lakukan selama bertahun-tahun," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Selasa (8/1).
Adapun hasil survei yang baru dirilis itu menyebutkan PDI Perjuangan menjadi partai paling berpotensi memenangkan Pileg 2019. Alasannya, elektabilitas PDI Perjuangan selalu di atas rata-rata partai lain dalam 5 bulan terakhir dan jarak suara PDI Perjuangan dengan partai yang menjadi runner-up pun selalu terpaut di atas 10% selama 5 bulan terakhir.
Alhasil, apabila PDI Perjuangan benar-benar memenangi Pileg 2019, maka PDI Perjuangan akan menjadi partai pertama yang mendobrak "kutukan juara bertahan" sejak era Reformasi.
Sejak Pileg 1999, belum ada partai yang bisa mengklaim dirinya sebagai juara bertahan. PDI Perjuangan yang memenangi Pileg 1999 harus mengakui kedigdayaan Golongan Karya (Golkar) pada 2004.
Setelah itu, populernya nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sanggup membawa Partai Demokrat yang juga tengah naik daun menjadi jawara pada 2009, sebelum akhirnya kembali dimenangkan PDI Perjuangan pada Pileg 2014.
Sejak Agustus 2018, PDI Perjuangan mengawali elektabilitas sebesar 24,8%. Selanjutnya, pada September 2018, elektabilitasnya naik menjadi 25,6%, dan mencatatkan elektabilitas tertinggi pada Oktober 2018, yaitu 28,5%.
Pada November 2018, elektabilitas PDI Perjuangan kembali turun menjadi 25,4%. Tetapi, pada Desember 2018, kembali naik ke kisaran 27,7%.
Adapun Gerindra yang berada di posisi kedua memiliki elektabilitas tertinggi pada November 2018 di level 14,2%.
Pada periode Desember 2018, elektabilitas Gerindra sebesar 12,9%. Disusul oleh Golkar dengan 10% dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebesar 6,9%.
Selain keempat partai di atas, partai lain disebut kesulitan mencapai parliamentary threshold atau batas bawah parlemen sebesar 4%.
Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki elektabilitas yang sama, yakni 3,3%. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3%, NasDem 2,8%, Perindo 1,9%, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 1,8%.
Adapun Partai Garuda, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) masih harus bersaing untuk mendapatkan suara di atas 1%.
Labels: , , ,

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.